Rabu, 19 Oktober 2016

Si Gudang Inspirasi

Ummu Aafiya, lengkapnya Fathelvi Mudaris, S.Farm (masih panjang gelar yang lainnya, tapi aku kurang tau gelar detailnya, setahuku ummu aafiya ini sudah menamatkan jenjang apoteker dan master, iya kan kak?...hehe). Si pemilik blog https://fathelvi.blogspot.co.id/?m=1 ini selalu menjadi gudang inspirasi bagiku sejak dulu kala, sedari masih warawiri di markas power rangers (Universitas Andalas, red). Aku mengenalnya dari salah satu organisasi di kampus, LP2I (kak, aku lupa kepanjangannya, hihihi). Pokoknya ini adalah organisasi tentang jurnalistik, dunia tulis menulis, tentang perbukuan yang dikemas secara islami. Setiap mahasiswa baru wajib memilih dan mengikuti salah satu kegiatan di kampus dan pilihanku jatuh ke organisasi ini, LP2I. Perdana ketemu si kakak ini, rasanya sudah jatuh hati, hati terasa adem melihatnya, jilbabnya terjulur panjang menutupi dada, wajahnya manis dan ramah banget.

Semakin intens ketemu kak Fathel waktu aku mengikuti Sekolah Menulis dimana waktu itu si kakak adalah panitianya. Siswa Sekolah Menulis dibolehkan mengikuti pertemuan mingguan Forum Lingkar Pena, FLP SUMBAR. Ahhh senang sekali rasanya, bergabung bersama master-master dunia tulis menulis dan ikutan membedah tulisan-tulisan dari anggota FLP.

Tulisan kak Fathel adalah yang paling ditunggu, hehee. Postingan-postingannya di facebook waktu itu terasa sayang banget kalau sampai terlewatkan. Jadilah aku ini manusia yang suka ngepoin kak Fathel, hehe. Setiap si kakak memposting tulisannya semakin menggebu-gebu juga lah keinginanku menulis.

Ketika tahu kak Fathel punya blog, aku pun ikut-ikutan jadi blogger, tapiii...si blog tak terurus sampai berkali-kali lupa password, hehee. Di blognya begitu banyak cerita yang dia bagikan. Apapun ceritanya selalu menginspirasi dan selalu ada manfaat yang bisa aku ambil darinya. Ada postingan kak fathel foto kece yang di edit menggunakan photoshop dan aku pun langsung ingin belajar photoshop. Meski tak sampai mahir, setidaknya untuk mengganti latar foto dengan photoshop aku bisa. Ketika kak fathel lagi hobi-hobinya fotografi, aku juga ikut-ikutan belajar fotografi, waktu itu lagi hitsnya pakai kamera pocket a.k.a camdig, tapi aku belum punya jadi pakai HP Samsung jadul aja yang penting motomoto kayak kak Fathel, hahaa.

Sekarang kak Fathel udah jauh merantau ke Arab Saudi ikut suaminya dan udah punya 2 anggota, aku yang masih setia menjaga kota Padang ini tetap saja kepoin kak Fathel. Jadi lebih kepo malah, hehee...
Mulai dari instagram, facebook sampai blognya selalu menarik perhatian. Dari hasil kepo kepoan aku, terdeteksi bahwa sekarang kak Fathel lagi hobi menjahit, sudah banyak hasil karya jahitannya, mulai dari baju couplenya bersama si princes kecil sampai tas-tas yang kece habis. Dan kau tahu apakah yang terjadi? Aku, sekarang menggebu gebu juga ingin belajar menjahit, pengen bikin tas sendiri kayak kak fathel, hahaaa...ngefans berat sama ummu aafiya.

Harapan untuk ke depannya, untuk sisa perjalanan hidupku, bisa menjadi seperti kakak cantik ini. Jadi istri sholeha taat beribadah, kemana-mana tak secuil pun aurat terlihat. Jadi ibu inspiratif, full time bersama anak-anak tapi tetap berkarya. Ahhh...mohon doakan aku kak. Maaf selalu kepo tentang kehidupan kakak, maaf udah jadi follower kakak.
Semoga kakak dan keluarga selalu sehat dan diberikan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT.



Salam rindu dari ranah minang.
^_^

Selasa, 18 Oktober 2016

Pergedel Jagung

Jika ada pengisian form biodata maka di kolom hobi aku akan menuliskan "memasak", hehehe...iya entah apa yang terjadi beberapa bulan belakangan aku begitu menyukai aktivitas yang satu ini. Mencoba menghasilkan sesuatu di dapur, membuat dapur berantakan rasanya menyenangkan sekali. Ada kepuasan tersendiri jika hasil masakan mendapatkan satu komentar "lamak". Ini salah satu hasil masakan coba-coba yang aku buat, pergedel jagung eh salah bakwan jagung lebih tepatnya. Mau membagikan resepnya, tapi...takaran yang aku gunakan pakai ilmu kirologi alias dikira-kira, hehe. Secara garis besar bahan yang digunakan hampir sama dengan bahan-bahan membuat bakwan pada umumnya, cuma sayurannya diganti dengan jagung. Bahan-bahannya sebagai berikut:

1. Tepung terigu
2. Jagung manis
3. Bawang putih
4. Daun Bawang, daun seledri
5. Air
6. Garam
7. Merica
8. Cabe merah
9. Minyak goreng

Soal takarannya jangan ditanyakan, hehee...semua dikira-kira main perasaan. Kalau cara buatnya semua bahan tinggal dicampur dan diaduk sampai rata kemudian digoreng hingga kecoklatan. Hasilnya seperti ini, soal rasa tanyakan langsung ke lidah, jawabannya pasti "lamak". Selamat mencoba.