Demam, penyakit sejuta umat ini siapapun pasti pernah mengalaminya. Kalau aku biasanya diawali dengan flu, bersin-bersin, hidung meler dan akhirnya tubuh memanas, rasanya meriang alias angek-angek dingin. Sangat tidak menyenangkan, emang ada gitu sakit yang menyenangkan?hehe. Sejak 2 hari lalu demam itu menggerogoti tubuhku. Cairan bening dari hidung menetes sesuka hatinya membuat matapun berair. Kerongkongan rasanya pahit, tapi untung nafsu makanku tak berkurang secuil pun. Iya, aku agak aneh, berkelain mungkin lebih tepatnya, jika terserang demam yang disertai flu maka nafsu makanku cenderung meningkat, heheee. Memang lah dasarnya tukang makan kali ya...
Sudah 2 hari panas ini tak jua kunjung turun, panasnya nggak tinggi-tinggi amat sih, tapi tetap aja rasanya nggak enak, hidung masih tetap meler. Persendian rasanya nyeri semua. Kepala nyut-nyut. Ahhh lebay sekali aku mendeskripsikan demam ini ya...hihi. Parasetamol sudah berhasil ku telan, tapi tak ada perubahan. Air kelapa muda juga udah diminum. Air kelapa muda banyak mengandung mineral yang baik untuk kesehatan, salah satunya adalah kalium. Ketika mengalami demam, maka tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Minum air kelapa muda dipercaya bisa menggantikan keringat yang hilang. Air rendaman daun bunga kembang sepatu juga sudah habis bergelas-gelas. Daun bunga kembang sepatu mengandung antioksidan yang bermanfaat menangkal semua radikal bebas penyebab berbagai macam penyakit. Daun bunga kembang sepatu biasa untuk menurunkan obat demam. Air rebusannya bisa diminum. Sementara airnya juga bisa dipakai sebagai kompres dan baluran ke seluruh tubuh. Air rebusan daun kembang sepatu efektif untuk menurunkan panas pada anak-anak dan orang dewasa. Biasanya obat ini ampuh bagiku, tapi entah kenapa sekarang khasiatnya seperti menghilang. Ini demam sepertinya agak bandel. Si penderita demam pun bandel,kalau sudah demam seperti ini akulah orang yang paling susah dibawa berobat. Pergi ke puskesmas sesuatu yang mengerikan, tak mau aku dicekoki antibiotik dan kawan-kawannya. Makan 1 pil parasetamol aja sudah teramat pahit dikerongkongan.
Ahhh kalau sudah begini Ayahku akan cerewet minta ampun. Cerewet menyuruh Amak mencarikan obat kampung, 2 sampai 3 lembar daun sirih lengkap dengan kapur dan gambirnya dibawa ke nenek-nenek yang punya "keahlian khusus" disini, daun sirihnya dibacakan salawat nabi (disapa-sapai, istilah kampung kami). Kemudian daun sirihnya dikunyah oleh yang demam dan ditelan airnya, udah kayak nenek-nenek bersugi lah aku. Pahit, aneh rasanya, tapi mau nggak mau harus diikuti. Biasanya cuma dua atau tiga kali kunyah langsung ku buang. Berdasarkan hasil tanya-tanya ke mbah google daun sirih memang termasuk ke dalam daftar obat-obatan tradisional pereda demam. Biasanya ritual makan daun sirih ini diikuti dengan mandi kembang, ehh bukan mandi kembang juga sih cuma air rendaman berbagai jenis kembang+daun jarak+potongan anak batang pisang di lapkan ke badan. Paureh namanya, paureh ini juga dibacakan salawat nabi oleh si nenek-nenek. Ayahku percaya demam bisa disembuhkan Allah melalui cara ini. Entah siapa yang menemukan cara ini yang jelas sampai sekarang masih dipercayai di kampung kami (Bandar Lurus, belakang kantor Balai Kota Padang, 😊).
![]() |
Seperti ini penampakan paureh
|
Aku belum paham apakah secara medisnya cara ini ada khasiatnya atau tidak. Tapi kalau menurut logikaku mungkin ini adalah faktor sugesti, iya sugesti yang membuat demamnya bisa sembuh. Bisa jadi juga karena memang daun jarak dan kembang yang digunakan seperti kembang sepatu, mawar dan lain-lainnya mungkin ada kandungannya untuk mengobati demam. Alhamdulillah beberapa hari setelah itu aku sembuh, entah sembuh karena parasetamol, disapa-sapai atau paureh tak taulah, yang pastinya semua itu tak terlepas dari pertolongan Allah SWT, karena Dia-lah asy Syaafi Yang Maha Penyembuh,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar